Sunday, March 22, 2015

Pesan untuk Julie

Setelah sekian lama aku mengembara
menyelusuri di tiap lembah dan lautan
ku titipkan khabar beritaku
buat pengubat rindu luka lara
moga kau tenteram di mana jua hendaknya

Sepanjang perjalananku ini
segala onak dan duri
ku tempuhi jua
walau luka pedih darah mengalir
kaki ini kan tetap terus melangkah

Sepanjang perjalananku ini
pelbagai rencah dan ragam
telah aku saksikan
berbekal ilmu, iman, dan tawakkal
segala rintangan ku tempuhi jua

Sepanjang pengembaraanku ini
ada sesuatu yang masih tersirat
terjerat oleh tanya dan soal
yang telah aku dapatkan jawabnya
sebagai bekal buatmu di hari muka
dalam meredah arus kehidupan

Julie
ketahuilah bahawa dunia ini
tak serupa dek pandangan mata
tak sama dek rasa hati
tak semudah sangkaan jiwa

Ketahuilah
sehalus mana duri yang tertusuk
pedih dan peritnya tetap dirasa
itulah kesakitan mainan dunia
mencengkam menghilang segala rasa

Julie
dalam menuju Kampung Abadi
ketahuilah hanya bekal amalmu
yang akan kau bawa
tiada apa lagi yang berharga
selain dari Pelukan Kasih
yang Mencipta segala

Berdamailah kau
dengan segala yang mengelilingimu
tunaikanlah segala minta
sucikan hatimu di tiap tika
senantiasalah kau menabur bakti
gembeling usaha tidak meminta

dan ingatlah
di tiap hembus nafasmu
di tiap gerak dan tingkahmu
kan ada yang Memerhati

Julie
bertenanglah kau selalu
bermurah hatilah senantiasa hendaknya
janganlah kau cemari baik budimu
dengan gadaian tak bernilai
cukuplah padaNya kau berserah

Moga hidupmu dirahmati
hingga ke akhirnya.

Sunday, March 1, 2015

Jiwa bergetar ketakutan
di kala angin pagi terhenti bertiup
daun-daun pokok kaku tak berguguran
langit masih lagi tak menampakkan senyumnya

Sedang alam tertunduk kelu tak tersedar
di saat itulah
dalam ketar aku rebah
menghitung saki baki kehidupan
yang bergelumang dalam dosa dan noda
menyedari hakikat seorang hamba
yang nyata kerdil tak punya apa
hanya hamba hina mengotori alam suci

di saat itulah
aku mengharapkan ampunan Kasih
mendambakan sebuah penerimaan

Ketika jiwa tertunduk lemah
di saat itulah jiwa ini merintih
apakah Kasih menyebelahiku
atau kehinaan yang menanti

Sunday, February 22, 2015

I feel the heat
From these 4 candles burning
As I'm staring out the window
In solitude I look at life
From different angles
Thoughts strangled
My mind is suffocatin'
In this truth quest
A greed law
That we abide by is ruthless
Enough will never satisfy
Until we toothless
Filthy millionaires
Are gamblin' until they muflis
A sad fact of life
But mankind approved this
I gotta call Him
Sajadah is where the booth is
I'll make it clear that
I ain't even tryin' to preach ya
By sharing thoughts I hope
To find a little peace here
I thank Allah for blessing me
To be creative
So here's a diss for me
For bein' unappreciative
Wanted a perfect life
Yeah smile then die old
Fame, money, women
Phat cribos and white gold
Drive my own Beemer
Before I hit two six
A straight pink bitin' toothpicks
Who walk around town wit' two chicks
And doin' new hits to woo tricks....
Now that's wrong
Pleasure from partyin'
And bull-ish don't last long
A lotta yuppies sneakin'
Cars out when dad's gone
Crackin' bottles in clubs
Frontin' designer fashion
But I ain't about
To trade happiness for a Jag
So stop smilin' with your ragtop down
Cause for a fact
I don't care about your money
Or how slick your car
'Cause no matter how rich and big you are
It's still Allahuakbar...

I know that all this

Ain't the right thing
Partying, chasing moneys
And material things
Flying high
Think nobody gonna
Clip my wings
I'm lying to myself
Knowing that
I've been neglecting
Responsibilities
As a healthy Muslim
Riches and loot
Ain't nothing
We frontin'
Diamonds and scrilla
But forget to say
Alhamdulillah
Made my album a killer
Plan be
Now 2-3 droppin'
And I wish to
Ask for forgiveness
Your guidance
Protection and strength
For humbleness and faith
To make me a better man
Success in foreign lands
Never dreamt of that
I remember being 18
When we started Too Phat
Now let's go back
Three years before that
Sometimes I forget
Me and my parents
Took a trip with granddad
I remember '95
While performing Umrah
Made my wish in Mecca
Right in front the Kaabah
Dear God
You made it possible
When facing obstacles
Please let me do good
Before I pass on
In the hospital
And keep reciting
The Testimony of Faith
And find the right way
Out of this life's maze

Ay yo?

Two candles go out
That's when
I feel the wind blow
I haven't met Fatim
For two years
Been livin' like I'm single
Evaluatin' all the friendships
Relationship
The reason it's the tenth year
Is 'cause she's a patient chick
And as far as friends are concerned
Many I've had it all
From those who cried for my pain
To those who plotted my fall
I learned to differentiate
Fakes from the great
Mates from the snakes
Apes want to beef
Hate's all it takes
For me to blow
A diss song for you
Not even worthy
As an album filler
So now it's smiles
And Alhamdulillah
Yeah, love me
Or hate me
This who I am
Look at the past at times
I wish that I was born again
So I can rectify mistakes
And my wrong doings
Attempts on minimizing my sins
Before my story ends
I ain't no Eddie Murphy
Tryin' to sound as a holy man
But if I tried to be a better person
Now I prolly can
(Wait...)
Who am I to advise you
I ain't been the best
Of God's slaves
Just a poet writin'
What my thought says
A little house
A little car
A little sweet girl
Thank you Lord
I'll try to slow it down
On the cheap thrills
This song will prolly stir
A little controversy
At least I ain't be rappin'
Bout the stuff
As tho' I'm born in Jersey
Stage name is Malique
And lost name is Cairel
Mama told me
Stop complaining too much,
So I will...

Too Phat

Alhamdulillah

Wednesday, December 17, 2014

berbisik

Bisikan itu telah lama menyepi
tidak lagi menjenguk
apatah lagi meninggalkan pesan
menghilang tak menyapa
terbang di bawa angin lalu
ke sebuah daerah sepi

lalu jiwa ini melontarkan
tanya dan soal
tentang runsingnya hati
lama tak berteman
tiada yang menegur
tiada yang meneman

jalan kian kelam
diterangi cahaya kegelapan.

Sunday, July 6, 2014

Bulan dua belas

Sesungguhnya
kehidupan adalah suatu yang memeritkan
menjerut jiwa-jiwa yang lara
dalam penipuan dunia yang nyata

Namun kita masih lagi
angguk dan patuh
masih lagi bersahaja tak tersedar
yang kita telah lari dari apa
yang kita harapkan
kehidupan abadi yang kita rindukan
telah hanyut ke arus tak bertepi
kita gadaikan segalanya
demi kepuasan tak bernoktah

Tanamlah harapanmu
taburkanlah ia ke tanah
dan janganlah engkau berhenti berharap
kerana harapan dalam angan-angan
tak membuah rindu abadi