mata yang diratap
telah kering tangisnya
serak suaramu
perlahan menghembus zikir
gerak jarimu
bertahlil dalam ketar
walau tubuhmu
kian lemah dimamah usia
dalam sabar kau menyahut
di tiap seruan Ilahi
sungguh teguh kubu imanmu
walau senjamu kian berlabuh
Monday, October 17, 2016
Tuesday, July 19, 2016
Andainya aku bertanya
Padamu tentang bahagia
Di mana nilai setia
Di manakah puncak cinta
Mahukah engkau mengerti
Harapan serupa mimpi
Ianya dapat terjadi
Atau hilang tak berganti
Sejarah mengajar kita
Menjadi lebih dewasa
Meniti arus angkara
Lupakan kisah yang lalu
Teguhkan tugu imanmu
Doaku buat kekasih
Yang dulu usah dirindu
Hilangkanlah dari hatimu
Doaku buatmu kekasih
Yang dulu usah dirindu
Hilangkanlah dari hatimu
Doaku buatmu kekasih
Doa Buat Kekasih
Ramli Sarip dan Khatijah Ibrahim
Monday, February 22, 2016
Di Tepian Karat Pagar
Berkasih sayanglah sesama kita
selagi kita bernyawa
kita adalah saudara
Telah ku saksikan
sebuah perasaan yang kuat
kerinduan yang meninggi
dan harapan yang berpanjangan
(tidak ada beda antara kita)
Walau bukan serumpun sebangsa
apatah lagi tutur bicara
namun kasihnya kekal terjalin
Titis air matamu
tika kau ingin melepaskan anak didikmu
yang selama ini kau jaga dan pelihara
telah jatuh ke tanah penuh harapan
Mereka punya jiwa dan rasa
sayu dan pilunya mereka
tidak mahu melepaskan pelukan kasih
yang hanya ada buat seketika
Walau mereka serba kurang
namun kerana budimu
jasamu
tutur bicaramu
kasih sayangmu
Anak ini terisi jiwanya
dengan budi pekerti mulia
Sememangnya perpisahan
adalah suatu yang memedihkan
Namun kau telah tanamkan
benih yang kan mekar subur bercambah
Berkasih sayanglah
tiada beda antara kita.
selagi kita bernyawa
kita adalah saudara
Telah ku saksikan
sebuah perasaan yang kuat
kerinduan yang meninggi
dan harapan yang berpanjangan
(tidak ada beda antara kita)
Walau bukan serumpun sebangsa
apatah lagi tutur bicara
namun kasihnya kekal terjalin
Titis air matamu
tika kau ingin melepaskan anak didikmu
yang selama ini kau jaga dan pelihara
telah jatuh ke tanah penuh harapan
Mereka punya jiwa dan rasa
sayu dan pilunya mereka
tidak mahu melepaskan pelukan kasih
yang hanya ada buat seketika
Walau mereka serba kurang
namun kerana budimu
jasamu
tutur bicaramu
kasih sayangmu
Anak ini terisi jiwanya
dengan budi pekerti mulia
Sememangnya perpisahan
adalah suatu yang memedihkan
Namun kau telah tanamkan
benih yang kan mekar subur bercambah
Berkasih sayanglah
tiada beda antara kita.
Monday, January 25, 2016
Deruan Damai
Deru angin yang bertiupan
mendayu dingin di tiap pagi
sebagai suntikan semangat
pada suatu permulaan baru
Siulan angin yang membelai
memujuk tanah berdirinya kita
tanah ini harapan damai
walau terpinggirnya jauh ke kuala
masih tetap mahu bernafas
di pinggir ini anak kehausan
di pinggir ini anak mendambakan
anak ini suatu harapan
apa perlu beda antara kita?
Tiupkanlah deru semangat
pasakkanlah azam dan cita
kerna di pinggir ini
tanah penuh harapan damai
Tuesday, December 29, 2015
"Wahai dunia, mengapakah kamu menipuku dan mengapakah kamu selalu merindukan aku. Pergilah jauh-jauh wahai dunia, sesungguhnya aku telah mentalak kamu sebanyak tiga kali, tipulah orang selainku, sebenarnya umurmu itu sangat pendek dan majilsmu sangat rendah sekali dan bahayamu sangat besar sekali. Alangkah sengsaranya diriku ini kerana bekalanku sangat sedikit sekali, sedangkan perjalananku di akhirat sangat jauh sekali dan perjalanannya sangat berbahaya sekali!"
Khabar Mengenai Para Sahabat Rasulullah
Rasulullah dan Para Sahabat Baginda
Hayatus Sahabah, Sejarah Kehidupan Para Sahabat Rasulullah S.A.W.
Subscribe to:
Posts (Atom)