Korang tembak aku bullet proof,
Put the charge, tak de prove.
Monday, July 20, 2020
Thursday, July 9, 2020
Masyghul
jalan yang sugul
hilang redup mata berteduh
berganti sarat garis
kering tangis
jiwa masyghul
merindukan sukma nurani
atma sanubari
janganlah di biar layar melara
labuhkanlah sauh sengsara
pilihlah antara banyak rua
ngarai ranjau belukar,
pesisir landai lapang
Kembara Hati Nirmala
Kan bertemu
Rukun Rohani.
Jerik
1300 H
9 Julai 2020
Monday, May 25, 2020
pergi
Walau angin kabur di mata,
Hadir pada di tiap rasa;
Walau jasad hilang di dunia,
Di hati tetap menitip doa.
Chenor
2 Syawal 1441 H
0418 H
Hadir pada di tiap rasa;
Walau jasad hilang di dunia,
Di hati tetap menitip doa.
Chenor
2 Syawal 1441 H
0418 H
Monday, April 13, 2020
Friday, March 27, 2020
Gurindam Nara Ambam III
"Hitam-hitam si tampok manggis,
sungguhpun hitam di dipandang manis.
Putih-putih hampas kelapa,
di buang jua."
sungguhpun hitam di dipandang manis.
Putih-putih hampas kelapa,
di buang jua."
Sunday, February 23, 2020
Gurindam Nara Ambam II
"Kok jamba dah di tating,
Kepalo jamba lotak di hujung;
Ateh botabir langit langit,
Bawah botepak sighih.
Sikit tando e ingat,
Banyak tando e ado.
Makan dongan ponoh istiadat
Makan tak beghemah
Monyudu tak bedonting
Monyuap tak moluah
Minam tak beghosin
Makan tak tesodak
Monjawab nan ditanyo
Nan begolar di tompekkan duduk
Nan bosa mengegheng
Tak dulu tak kendian."
Friday, January 17, 2020
Tuesday, January 14, 2020
Saturday, December 7, 2019
I wish
"I dig my toes into the sand
The Ocean looks like a thousand diamonds
Strewn across a blue blanket
I lean against the wind
Pretend that I am weightless
And in this moment I am happy happy
The Ocean looks like a thousand diamonds
Strewn across a blue blanket
I lean against the wind
Pretend that I am weightless
And in this moment I am happy happy
I wish you were here
I wish you were here
I wish you were here
I wish you were here
I wish you were here
I wish you were here
I wish you were here
I lay my head onto the sand
The sky resembles a backlit canopy
With holes punched in it
I'm counting UFOs
I signal them with my lighter
And in this moment I am happy happy
The sky resembles a backlit canopy
With holes punched in it
I'm counting UFOs
I signal them with my lighter
And in this moment I am happy happy
I wish you were here
I wish you were here
I wish you were here
Wish you were here
I wish you were here
I wish you were here
Wish you were here
The worlds' a roller coaster
And I am not strapped in
Maybe I should hold with care
But my hands are busy in the air saying
And I am not strapped in
Maybe I should hold with care
But my hands are busy in the air saying
I wish you were here
I wish you were
I wish you were
I wish you were here
I wish you were here
I wish you were here
Wish you were here"
I wish you were here
I wish you were here
Wish you were here"
Wish You were Here by Incubus
Songwriters: Jose Pasillas II / Alex Katunich / Michael Einziger / Christopher Kilmore / Brandon Boyd
Wish You Were Here lyrics © Sony/ATV Music Publishing LLC
Tuesday, November 19, 2019
Al Khalis
lentur buluh dari rebungnya,
Agar tertanam resmi padi;
Kasih ibu bawa ke syurga,
Kasih ayah kekal abadi.
20 Rabiul Awal 1441 H
0515 H
3.53 KG
33 CM
51 CM
Sunday, June 16, 2019
"dan ia tidak pernah merasa, sebab derita itu adalah dia."
Mata Ayah
"Kujabat mesra tangan ayah
urat-urat daging-daging tua keras terasa
mataku tersenyum, matanya menyapa
anak yang pulang disambut mesra.
Tapi matanya, mata yang menatapku
kolam-kolam derita dan pudar bulan pagi
garis-garis putih lesu melingkungi hitam-suram
suatu kelesuan yang tak pernah dipancharkan dulu.
Kelibat senyum matanya masih jua ramah
akan menutup padaku kelesuan hidup sendiri
bagai dalam suratnya dengan kata-kata riang
memintaku pulang menikmati beras baru.
Anak yang pulang disisi ayahnya, maka akulah
merasakan kepedihan yang terchermin dimata
meski kain pelekatnya bersih dalam kesegaran wudhu'
dan ia tidak pernah merasa, sebab derita itu adalah dia."
Oktober 1964
Usman Awang
Duri dan Api
Sajak-sajak Pilihan
1961-1966
Usman Awang
Perchetakan Abadi, Petaling Jaya.
Toko Buku Abbas Bandong
33, Jalan Laksamana, Melaka.
"Kujabat mesra tangan ayah
urat-urat daging-daging tua keras terasa
mataku tersenyum, matanya menyapa
anak yang pulang disambut mesra.
Tapi matanya, mata yang menatapku
kolam-kolam derita dan pudar bulan pagi
garis-garis putih lesu melingkungi hitam-suram
suatu kelesuan yang tak pernah dipancharkan dulu.
Kelibat senyum matanya masih jua ramah
akan menutup padaku kelesuan hidup sendiri
bagai dalam suratnya dengan kata-kata riang
memintaku pulang menikmati beras baru.
Anak yang pulang disisi ayahnya, maka akulah
merasakan kepedihan yang terchermin dimata
meski kain pelekatnya bersih dalam kesegaran wudhu'
dan ia tidak pernah merasa, sebab derita itu adalah dia."
Oktober 1964
Usman Awang
Duri dan Api
Sajak-sajak Pilihan
1961-1966
Usman Awang
Perchetakan Abadi, Petaling Jaya.
Toko Buku Abbas Bandong
33, Jalan Laksamana, Melaka.
Monday, June 10, 2019
Sunday, June 9, 2019
Monday, May 13, 2019
Rejuvenate
Hatred is a serial killer
proud and boast too
Bragging is like banging
your head to the wall
Too many complaints until the plain
wall turns to dirt
Poison minds renegade our souls
Rejuvenate, Pure Hearts!
Let the petals of peace bloom
and the scents of love arouse
Rejuvenate, Pure Hearts!
Let the bond remains
and all hearts cure
Rejuvenate, Pure Hearts!
Speak the truth
and spread the love
Rejuvenate, Pure Hearts!
Lend a hand
and walk hand in hand
Rejuvenate, Pure Hearts!
When the sun sets
and the night falls
The poison will heal, recover, and cure
Rejuvenate, Pure Hearts!
proud and boast too
Bragging is like banging
your head to the wall
Too many complaints until the plain
wall turns to dirt
Poison minds renegade our souls
Rejuvenate, Pure Hearts!
Let the petals of peace bloom
and the scents of love arouse
Rejuvenate, Pure Hearts!
Let the bond remains
and all hearts cure
Rejuvenate, Pure Hearts!
Speak the truth
and spread the love
Rejuvenate, Pure Hearts!
Lend a hand
and walk hand in hand
Rejuvenate, Pure Hearts!
When the sun sets
and the night falls
The poison will heal, recover, and cure
Rejuvenate, Pure Hearts!
Wednesday, March 20, 2019
Thursday, March 7, 2019
sehari-hari
Hari terbit Kurnia Ilahi,
sinar mentari terangi alam;
bangkit kita terus berbakti,
adatnya kita pewaris Adam.
Hari yang lelah kini melabuh,
disambut senja malam menanti;
itulah aturan nikmat seluruh,
Kuasa yang Esa tidak berganti.
Kelam malam kelawar terbang,
tetap terisi dahaga lapar;
yakinlah kita rezeki yang datang,
tetap cukup untuk yang sedar.
Terang bulan terang malam,
menyuluh bumi tunduk menyepi;
terang kalbu sujud yang dalam;
menyuluh hati insan yang erti.
Kokok jantan sedar berjaga,
setia menyeru jiwa yang erti;
sedar dan syukur limpah kurnia,
tenang meniti sehari-hari.
Tuesday, December 18, 2018
Hari ini hari berdarah
"Air dalam bertambah dalam,
Hujan di hulu belumlah teduh;
Hati dendam bertambah dendam,
Dendam dahulu belumlah sembuh.
Apa guna padi bukit,
Padi dibendang menabur bunga;
Apa guna hati sakit,
Mati bertikam termasyhur lama.
Lemaknya nasi bergulai udang,
Lemak berbau santan kelapa;
Rela kumati berputih tulang,
Tidak kumahu berputih mata.
Orang menyeberang gunakan titi,
Titi dibuat tinggi di atas;
Dalam telur lagikan dinanti,
Inikan pula sudah menetas.
Jika terjumpa ular tedung,
Carilah buluh kayu pemukul;
Berani buat beranilah tanggung,
Tangan menjinjing bahu memikul."
10 Rabiul Akhir 1440
Isnin malam Selasa
Jam 9.41 minit malam
Hujan di hulu belumlah teduh;
Hati dendam bertambah dendam,
Dendam dahulu belumlah sembuh.
Apa guna padi bukit,
Padi dibendang menabur bunga;
Apa guna hati sakit,
Mati bertikam termasyhur lama.
Lemaknya nasi bergulai udang,
Lemak berbau santan kelapa;
Rela kumati berputih tulang,
Tidak kumahu berputih mata.
Orang menyeberang gunakan titi,
Titi dibuat tinggi di atas;
Dalam telur lagikan dinanti,
Inikan pula sudah menetas.
Jika terjumpa ular tedung,
Carilah buluh kayu pemukul;
Berani buat beranilah tanggung,
Tangan menjinjing bahu memikul."
10 Rabiul Akhir 1440
Isnin malam Selasa
Jam 9.41 minit malam
Subscribe to:
Posts (Atom)