Monday, January 25, 2016

Deruan Damai

Deru angin yang bertiupan
mendayu dingin di tiap pagi
sebagai suntikan semangat
pada suatu permulaan baru

Siulan angin yang membelai
memujuk tanah berdirinya kita

tanah ini harapan damai
walau terpinggirnya jauh ke kuala
masih tetap mahu bernafas

di pinggir ini anak kehausan
di pinggir ini anak mendambakan

anak ini suatu harapan
apa perlu beda antara kita?

Tiupkanlah deru semangat
pasakkanlah azam dan cita
kerna di pinggir ini
tanah penuh harapan damai

Tuesday, December 29, 2015

"Wahai dunia, mengapakah kamu menipuku dan mengapakah kamu selalu merindukan aku. Pergilah jauh-jauh wahai dunia, sesungguhnya aku telah mentalak kamu sebanyak tiga kali, tipulah orang selainku, sebenarnya umurmu itu sangat pendek dan majilsmu sangat rendah sekali dan bahayamu sangat besar sekali. Alangkah sengsaranya diriku ini kerana bekalanku sangat sedikit sekali, sedangkan perjalananku di akhirat sangat jauh sekali dan perjalanannya sangat berbahaya sekali!"

Khabar Mengenai Para Sahabat Rasulullah
Rasulullah dan Para Sahabat Baginda
Hayatus Sahabah, Sejarah Kehidupan Para Sahabat Rasulullah S.A.W. 

Tuesday, July 21, 2015

suara

Deruan angin di suatu Subuh hening
terdengar desingannya dalam ketar
membawa segala berita dan perkabaran
untuk jiwa-jiwa tak tersedar

Walau desingnya sayup di tiap dengar
Alam cuba menyampaikan sedu tangisnya
menerusi suara-suara maha asing
merayu memujuk jiwa-jiwa tidur
moga kembali bangkit
di kala Alam masih bersuara

Namun
Alam tak punya walau sesaat kesempatan

Barangkali diakhirnya
suara itu terbang dibawa angin
kembali kepada Alam
tanpa jawab tak terbalas

dan tangis kan kekal
sebagai tangisan tak berkesudahan

Wednesday, June 17, 2015

Last Breath by Ahmed Bukhatir

From those around
I hear a cry
Oh God
Oh God
My eyes are blind

From those around
I hear a cry
a muffled sob
a hopeless sigh
I hear the footsteps
leaving slow
and then I know
my soul must fly

A chilly wind
begins to blow
within my soul
from head to toe
and then
last breath
escapes my lips
it's time to leave
and I must go

so it is true
but it's to late
they said
"each soul has its given date"
when it must leave 
its body's core
and Meet
with its Eternal Fate

Oh mark the words
that I do say
who knows 
tomorrow could be your day
at last
it comes to Heaven or Hell
Decide Which Now 
Do Not Delay

Come on my brothers
let us Pray
Decide Which Now
Do Not Delay

Come on my brothers
let us Pray
Decide Which Now
Do Not Delay

Oh God
Oh God
I cannot see
my eyes are blind
am I still me
or has my soul
been led astray
and forced to pay
a priceless fee

alas to dust
we all return
some shall rejoice
while others burn
if only I knew that before
the line grew short
and came my turn

and now
as beneath the sod
they lay me
with my record flawed
they cry
not knowing I cry worst
for they go home
I face my God

Oh mark the words
that I do say
who knows
tomorrow could be your day
at last 
it comes to Heaven or Hell
Decide Which Now
Do Not Delay

Come on my brothers
let us Pray
Decide Which Now
Do Not Delay

Come on my brothers
let us Pray
Decide Which Now
Do Not Delay

Last Breath by Ahmed Bukhatir




Sunday, March 22, 2015

Pesan untuk Julie

Setelah sekian lama aku mengembara
menyelusuri di tiap lembah dan lautan
ku titipkan khabar beritaku
buat pengubat rindu luka lara
moga kau tenteram di mana jua hendaknya

Sepanjang perjalananku ini
segala onak dan duri
ku tempuhi jua
walau luka pedih darah mengalir
kaki ini kan tetap terus melangkah

Sepanjang perjalananku ini
pelbagai rencah dan ragam
telah aku saksikan
berbekal ilmu, iman, dan tawakkal
segala rintangan ku tempuhi jua

Sepanjang pengembaraanku ini
ada sesuatu yang masih tersirat
terjerat oleh tanya dan soal
yang telah aku dapatkan jawabnya
sebagai bekal buatmu di hari muka
dalam meredah arus kehidupan

Julie
ketahuilah bahawa dunia ini
tak serupa dek pandangan mata
tak sama dek rasa hati
tak semudah sangkaan jiwa

Ketahuilah
sehalus mana duri yang tertusuk
pedih dan peritnya tetap dirasa
itulah kesakitan mainan dunia
mencengkam menghilang segala rasa

Julie
dalam menuju Kampung Abadi
ketahuilah hanya bekal amalmu
yang akan kau bawa
tiada apa lagi yang berharga
selain dari Pelukan Kasih
yang Mencipta segala

Berdamailah kau
dengan segala yang mengelilingimu
tunaikanlah segala minta
sucikan hatimu di tiap tika
senantiasalah kau menabur bakti
gembeling usaha tidak meminta

dan ingatlah
di tiap hembus nafasmu
di tiap gerak dan tingkahmu
kan ada yang Memerhati

Julie
bertenanglah kau selalu
bermurah hatilah senantiasa hendaknya
janganlah kau cemari baik budimu
dengan gadaian tak bernilai
cukuplah padaNya kau berserah

Moga hidupmu dirahmati
hingga ke akhirnya.