Saturday, May 22, 2010

segumpalhasadsegantangdengki

siku bertemu siku.lutut bertemu lutut.berlaga.marah.marah pada dia yang menghina.bertumbuk bersabung merempuh terajang.amukan nafsu mendidih.lava dengki meletus.segumpal hasad menggempar.berteriakan suara suara di celah celah gigi kelaparan.melantun lantun suara tangisan di pinggir pinggir sepi.laga lagi.gaduh lagi.benchi lagi.benchi sampai mati.sampai sedar siapa hina siapa.sampai sedar siapa tuduh siapa.sampai sedar siapa bunuh siapa.tatkala itu hasad dan dengki menjadi dewa.mententeramkan manusa manusa sinis dek termakan sogokan-nya.dek karena hati yang sayu melarikan.tak mampu membunuh hasad dan dengki.

karya malim ghazali,fantasi malam

baring di amben
malam membelit sepi bumi
bulan pun menidurkan
angkut-angkut
di dinding rumah tua
gelita hanyalah kegelapan
bukan kejutan akrakadabra
jangan impikan.
tidur atau terjaga
dan terjaga atau tidur
sekadar
membangunkan fantasi
kita pun melukiskan nun
lalu kalam mengalirkan alif
dan lam dan lam dan ha
di bukit anjing-anjing
liar menangisi hutan
yang terbakar
sayang mereka tidak
mengenal angka-angka
untuk tahu kesakitan udara
malam kalau sampai hujan
pepohonan menggigil
dalam kerakusan
sang politikus
gergasi di bulan tak pernah
sempurna jalannya untuk
menebar kamu
berdosakah tikus itu?
bulan membangkitkan
anak kecil dan sang ibu
cepat-cepat menyuapkan
puting susunya
malam pun menyuburkan
rohani yang tersembunyi
di lipatan alif
dan kaf dan wau
esok pasti siang
kalau sangkakala
belum ditiupkan

ROONGAAK

otak beku
mata lilau
mulut katup
jasad duduk
diam diam
dada degup
senyap senyap
tenang lagi
tunggu
tunggu depa panggil
sampai seru
kau pergi
pergi cabut gigi!!!!!!

mana bila

bila mana ia datang
kau jangan tunggu
bila mana ia pergi
kau jangan ikut
bila mana ia rasuk
kau dalih
bila mana ia tusuk
kau tepis
bila mana ia kacau
kau ludah
bila mana ia sasau
kau celah
kau bangkit
kau bangun
kau elak
dan lawan
lawan
lawan sampai mati
jangan engkau gadai engkau

affer desin

affer desin
aku bunuh dalam diam
affer desin
aku belah dada kau
aku robek hati
aku tikam jantung
lumat lumat
affer desin
aku akan dibunuh
ketika aku membunuh serigala
yang hati dan jantung-nya
patut diperlaku begitu
affer desin
kau dah kalah
aku dah menang
menang di hujung senapang