Tuesday, July 19, 2016

Andainya aku bertanya
Padamu tentang bahagia
Di mana nilai setia
Di manakah puncak cinta
Mahukah engkau mengerti
Harapan serupa mimpi
Ianya dapat terjadi
Atau hilang tak berganti


Sejarah mengajar kita
Menjadi lebih dewasa
Meniti arus angkara
Lupakan kisah yang lalu
Teguhkan tugu imanmu
Doaku buat kekasih

 Yang dulu usah dirindu
Hilangkanlah dari hatimu
Doaku buatmu kekasih
Yang dulu usah dirindu
Hilangkanlah dari hatimu
Doaku buatmu kekasih

Doa Buat Kekasih
Ramli Sarip dan Khatijah Ibrahim

Monday, February 22, 2016

Di Tepian Karat Pagar

Berkasih sayanglah sesama kita
selagi kita bernyawa
kita adalah saudara

Telah ku saksikan
sebuah perasaan yang kuat
kerinduan yang meninggi
dan harapan yang berpanjangan

(tidak ada beda antara kita)

Walau bukan serumpun sebangsa
apatah lagi tutur bicara
namun kasihnya kekal terjalin

Titis air matamu
tika kau ingin melepaskan anak didikmu
yang selama ini kau jaga dan pelihara
telah jatuh ke tanah penuh harapan

Mereka punya jiwa dan rasa
sayu dan pilunya mereka
tidak mahu melepaskan pelukan kasih
yang hanya ada buat seketika

Walau mereka serba kurang
namun kerana budimu
jasamu
tutur bicaramu
kasih sayangmu

Anak ini terisi jiwanya
dengan budi pekerti mulia

Sememangnya perpisahan
adalah suatu yang memedihkan

Namun kau telah tanamkan
benih yang kan mekar subur bercambah

Berkasih sayanglah
tiada beda antara kita.


Monday, January 25, 2016

Deruan Damai

Deru angin yang bertiupan
mendayu dingin di tiap pagi
sebagai suntikan semangat
pada suatu permulaan baru

Siulan angin yang membelai
memujuk tanah berdirinya kita

tanah ini harapan damai
walau terpinggirnya jauh ke kuala
masih tetap mahu bernafas

di pinggir ini anak kehausan
di pinggir ini anak mendambakan

anak ini suatu harapan
apa perlu beda antara kita?

Tiupkanlah deru semangat
pasakkanlah azam dan cita
kerna di pinggir ini
tanah penuh harapan damai

Tuesday, December 29, 2015

"Wahai dunia, mengapakah kamu menipuku dan mengapakah kamu selalu merindukan aku. Pergilah jauh-jauh wahai dunia, sesungguhnya aku telah mentalak kamu sebanyak tiga kali, tipulah orang selainku, sebenarnya umurmu itu sangat pendek dan majilsmu sangat rendah sekali dan bahayamu sangat besar sekali. Alangkah sengsaranya diriku ini kerana bekalanku sangat sedikit sekali, sedangkan perjalananku di akhirat sangat jauh sekali dan perjalanannya sangat berbahaya sekali!"

Khabar Mengenai Para Sahabat Rasulullah
Rasulullah dan Para Sahabat Baginda
Hayatus Sahabah, Sejarah Kehidupan Para Sahabat Rasulullah S.A.W. 

Tuesday, July 21, 2015

suara

Deruan angin di suatu Subuh hening
terdengar desingannya dalam ketar
membawa segala berita dan perkabaran
untuk jiwa-jiwa tak tersedar

Walau desingnya sayup di tiap dengar
Alam cuba menyampaikan sedu tangisnya
menerusi suara-suara maha asing
merayu memujuk jiwa-jiwa tidur
moga kembali bangkit
di kala Alam masih bersuara

Namun
Alam tak punya walau sesaat kesempatan

Barangkali diakhirnya
suara itu terbang dibawa angin
kembali kepada Alam
tanpa jawab tak terbalas

dan tangis kan kekal
sebagai tangisan tak berkesudahan